A.001  24 Maret 2077 

Tidak ada matahari di sini, yang pasti aku tak pernah melihatnya lagi. Langit selalu tertutup awan tebal dan asap yang entah datang dari mana. Udara terasa lembab, tidak pernah ada angin menabrak kulitku yang kotor dan lengket. Tidak ada petunjuk kapan siang atau malam. Aku pun ragu apakah siang dan malam masih ada. Aku tidak tahu sudah berapa lama berkeliaran di sini. Tuhan mungkin sudah lupa pada tempat ini. Sejauh pandanganku hanya reruntuhan bangunan serta potongan-potongan mesin yang hancur. Tidak ada jalan keluar. Tidak ada makanan, yang tersisa hanya paha ayam KFC yang dibekalkan ibu sebelum serangan datang.

oleh Bobby Nintendo

 

 A.002  Ulu Hati 

Seorang pria memacari seorang ibu,

untuk bisa menikmati darah muda seorang putri.

Sang putri menangis, sang ibu tak menggubris,

                           nadi hanya tinggal segaris,

Melangkah dalam jalan kehidupan,

menempuh cerita di kampus kedokteran.

Menahan cerita dalam derita dalam asa dalam senyuman

                           yang dikumandangkan pertanda aku baik-baik saja.

Bergumul dalam retorika-retorika, "Aku kotor, aku hina!"

dan bertahan hanya karena tidak ingin bunda terluka,

hingga hatinya yang sudah beku

                           mencair,

melumer, oleh kehangatan kasih seorang manusia.

                                                      Berontak!

                                     Bergerak!

                    Dari diam ia melompat, bercerita kepada sang ayah.

        Naik pitam penuh amarah berproses dalam pengadilan, harapan?

 

Mungkin.

oleh Ans

 

 A.003  Berenang Menyeberangi Laut Jawa

Pada mulanya adalah keheningan, lalu kita terbangun dan mendapati ini semua hanyalah mati suri yang teramat panjang. Percuma saja, semua kota pada akhirnya akan terbakar menyusul Alengka dan Wakanda. Hanya ada dua pilihan: bertamasya ke tempat pemujaan dengan sesaji berupa lembaran kumal dari saku celana, kegelisahan akhir pekan, dan tumbal anak haram hasil persetubuhan manusia dengan manekin toserba yang reruntuhannya empat ribu tahun lagi masih akan tetap mengeluarkan cahaya; atau Netflix and chill bersama arwah Sigmund Freud. Tak ada lagi yang mengejutkan. Semuanya wajar, termasuk momen ketika anakmu tiba-tiba bertanya di suatu malam buta, "Bapak, realitas itu apa?"

oleh Lulabi

 

 A.004  Ibu Negara (Satu)

Ia masuk lewat kulitku, terus masuk, jauh menuju lautan empedu yang mendidih. Mantra-mantra, deretan kosong dan satu membinasakanku perlahan dalam dekapannya yang dingin. Organ, daging, kulit, kotoran, dan darah. Ia pisahkan daging segar dari tulangku yang rapuh. Satu per satu  ia tanggalkan segala sesuatu yang tersisa dariku.

Dengan jutaan kata-kata miliknya, ia bungkus otakku yang sudah dimabuk kepayang menggunakan seribu jemari lentiknya. Dia begitu lembut sekaligus kejam, mencabut bank data dari rongga tengkorakku lalu mengunggah propaganda, langsung dari saraf optik miliknya. Ia menghancurkan aku, melahirkan aku kembali, terkorupsi, ada aku dan ada juga selaksa yang bukan aku lagi.

oleh Anon

 

 A.005  Vas Kotor

Persiapan menghadapi kematian berbeda dengan menghadapi tak terhingganya masalah duniawi. Sebenarnya sekarang siapa yang bodoh? Namun, ini pertanyaan bodoh yang juga muncul dari orang yang mengaku semi-bodoh. Bagaimana dengan orang-orang yang dapat menyelesaikan banyak hal, dan beberapa yang bersifat luar biasa, tetapi tidak memiliki alasan yang kuat selain , "Ini adalah sebuah kewajiban?" Atau segalanya memang harus memakai alasan yang kuat? Bagaimana kalau memakai alasan yang biasa saja seperti, "Agar tidak terlalu ganjil di anggapan orang." Inikah jebakan kewajaran? Atau ini bentuk jatuh cinta pada kecantikan asap rokok dari pemilik mulut humoris yang anggun? Saluran ketakutan lebih menggoda.

oleh Kinky

 

 A.006  Anjani Yahya Oktaviani

Umurnya tepat 23 tahun lewat sehari ketika pertama kali aku melihatnya. Kulitnya putih pucat, badannya tidak gemuk-gemuk amat, tingginya kisaran 155 cm. Saat itu dia mengenakan rok pendek berwarna abu-abu monyet dengan paduan blazer berwarna serupa. Di dalamnya terlihat kemeja putih dengan kancing teratas yang dibiarkan terbuka. Bibir merah muda, tidak terlalu lebar, proporsional dengan bentuk hidung dan matanya yang indah. Bibir yang seketika terbuka ketika ia sekilas menoleh ke arahku, menunjukkan gigi putih yang tertata rapi memagari mulutnya, yang menganga ketika ia kaget melihat mobil melaju ke arahnya. Tubuhnya terlempar sekitar 10 meter dari tempat ia berdiri.

oleh Bobby Nintendo

 

 A.007  Akhir  

Aku merasakan semangat menggebu untuk meninggalkan Tuhan lebih jauh; begitu juga dengan Ayah, Ibu, dan teman-temanku. Aku sudah tidak sabar lagi untuk keluar dan merasakan hangatnya sinar matahari yang selama ini diceritakan oleh para sesepuh kami. Kami tidak perlu lagi tinggal dalam ruangan sempit yang tidak lebih besar dari dua kali lebar tubuh kami itu. Kau tahu, di sana udaranya lembab dan lantainya selalu dingin. Kami dijanjikan dengan kemuliaan setelah terbebas dari  belenggu ini. Setelah berjalan jauh, setara dengan 14.000 langkah jauhnya, akhirnya kami sampai pada sebuah lubang tanpa dasar penuh dengan ular dan kobaran api yang menyala.

oleh 4444

 

 A.008  Belum Keluar

Life fucks us. And life fucks you too, even so hard in your ass until you are gay, until you’re numb to the pain. You try catching a breath, but as soon as you feel the air fills your lung, you ignore the smallest relaxed feeling you can feel because you know that every nice thing that happen to you will soon be followed by a deep hard thrust that will tear your anus. You want to ask for help, but any voices which escaped from your vocal cord will be swallowed immediately by the silence around you.

oleh Olds Hrimp

 

 B.001  Di seberang Rumah Makan Padang

Para subyek penelitian diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat serta pilihan mereka mengenai berbagai macam skenario kematian, cara mati mana yang lebih mereka sukai dari berbagai macam kemungkinan yang umum terjadi; kemungkinan mana yang menurut mereka paling mengerikan seandainya terjadi pada diri mereka sendiri, keluarga, atau orang terdekat lainnya. Bunuh diri dan pembunuhan terbukti menjadi yang paling ditakuti; diikuti oleh kecelakaan udara, sengatan listrik, dan mati tenggelam. Kematian yang terkait dengan kendaraan lazim dianggap sebagai cara mati yang tak begitu menakutkan meski seringkali disertai dengan proses medis panjang, rumit, dan menyiksa serta cedera mengerikan seperti patah tulang dan mutilasi.

 

 B.002  Rangkuman dari Seluruh Kenangan Masa Kecilnya

Salah satu tahapan lanjut dalam program terapi tersebut adalah sebuah aktivitas di mana pasien diharuskan mendeskripsikan profil luka optimal versi mereka sendiri, luka macam apa yang paling mengerikan sekaligus fatal menurut persepsi mereka. Kegiatan mandiri tersebut menghasilkan berbagai macam profil luka yang umum terjadi dan mungkin dialami seseorang. Para pasien dengan gangguan kejiwaan cenderung memilih luka pada wajah dan leher sedangkan pelajar dan petugas administrasi menunjukkan ketertarikan tak wajar pada luka di perut. Sebagian besar ibu rumah tangga dari perkotaan terobsesi pada luka pada alat kelamin; terlebih apabila terjadi pada karakter-karakter spesifik seperti penjahat kemanusiaan serta pejabat korup.

 

 B.003  Gedung-Gedung Bioskop Mangkrak

Ada muatan seksual yang laten dalam kecelakaan otomobil, banyak penelitian yang berhasil mengukur daya tarik seksual dari para figur publik dengan kemasyhuran sensasional serupa kecelakaan lalu lintas seperti D.N. Aidit, Dukun AS, atau Ayu Azhari. Rekaman berita politik dan infotainment diputar bergantian dengan foto ibu rumah tangga, penyakit menular seksual, dan suasana perkantoran. Tayangan korban kecelakaan tunggal memicu percepatan pernapasan dan denyut jantung para subyek penelitian. Banyak relawan yang kemudian beranggapan bahwa para korban sebenarnya masih hidup, ada pula yang menggunakan ingatan tentang para korban tersebut sebagai fantasi seksual baik saat masturbasi maupun berhubungan dengan pasangan mereka.

 

 B.004  Dan Mereka Makin Tertekan

Aktivitas seksual serta tingkat kesehatan para kerabat korban kecelakaan lalu lintas cenderung meningkat tajam pasca kejadian. Setelah masa berkabung yang relatif singkat, mereka akan kembali mengunjungi tempat kejadian, mencoba merekayasa ulang kejadian naas tersebut dalam pikiran mereka. Sekitar dua persen di antara mereka tercatat mengalami orgasme saat melintasi tempat kejadian. Anehnya, data yang serupa juga banyak ditemukan di kalangan pemilik mobil baru serta keluarga mereka. Ansietas dan neurosis juga tak banyak muncul dalam populasi pemilik mobil keluaran terbaru. Tempat yang berhubungan dengan industri otomobil, khususnya dealer dan showroom, tercatat sebagai salah satu tempat paling erotis dalam benak orang-orang.