akara gadis berponi distasiun pondok cina waktu petang menunggu kereta rel listrik, insan jalang jatuh meratap mata yang kecil dengan kulit sawo matang, berharap dibalas tatap dan harapan, gadis itu meraut dahayu diwajahnya, simpul manis dibibir tipis membuat lemas dengkul, entah pikiranku apakah tatapanya imitiasi, Maafkan aku terlalu lancang, terlalu lunglai menerima kenyataan, aku amat benci diriku, Tanpa sadar aku jatuh terlalu jauh, tenggelam ditatapmu, oh tuhan beri aku pelampung, untuk menyadari ini adalahgurauan, diriku masih tenggelam, dikepung senyum tipismu, sekali lagi aku benci diriku, kereta tiba... yang aku ingat matamu yang kecil dan kulit sawo matangmu....


F.013 Dhey N.H
oleh ApatisGelap


 






mustahil mengetahui apakah hal ini hanyalah retorika kosong, tak pernah ada seorang pun yang tahu ada berapa jenis cermin berbeda di dasar segala sesuatu yang megah. selalu manjakan dirimu sendiri dalam kesenangan sesaat dengan melupakan segala sesuatu yang pernah orang lain katakan kepadamu, tawarkan segala sesuatu di muka bumi sebagai hadiah pada siapa pun yang berhasil mencuri semua jawaban yang keluar dari mulutmu