Sebuah cermin merefleksikan kesunyian, keintiman dari rasa sakit yang begitu ia dambakan akhirnya segera tiba. Di atas meja kayu, sebuah buku kecil memperlihatkan halaman terakhir bertuliskan memoar, Setelah tak ada lagi tempat untuk rasa sakit di tubuhku yang telah dipenuhi bilur, aku mencari apa yang telah hilang dalam hidupku. Kekalahan demi kekalahan yang mengantarku menuju perputaran tiada henti dari rasa sakit dan kehilangan—meninggalkan jejak yang membawaku menuju sebuah cermin dengan ukiran kekalahan di bingkainya. Aku adalah manifestasi dari ketakutan dan kehilangan itu sendiri."

Pada seutas tali ia berputar, lalu terdiam, kemudian membusuk dalam momen bernama kehidupan.


F.035 Di Depan Cermin, Di Atas Meja Kayu, Di Samping Buku
oleh ekstasivirtual


 






tutup seluruh saluran kecerdasan tanpa terkecuali
saksikan masa depan berubah
menjadi pertunjukan sandiwara
tanpa penonton dan sutradara