Rumah terasa begitu sunyi. Biasanya ketika aku membuka mata di pagi hari, sudah terdengar adu bacot antara orangtuaku diiringi bunyi-bunyian perabotan pecah yang saling mereka lempar. Hari ini sudah tiga hari sejak aku dengar perkelahian mereka yang terakhir sebelum tidur. Anehnya, hal itu menjadi semacam musik yang membawaku terlelap. Aku terbangun karena aroma sedap yang menyentil hidungku. Aroma itu membawaku keluar kamar, lalu menghampiri Ibu yang sedang asyik mengaduk panci besar di dapur.

"Masak apa sih, mah? Sudah dua hari sepertinya kita makan enak terus." Tanyaku.

Ibu tetap fokus dengan masakannya, sambil mengaduk ia jawab dengan tenang, "Bapakmu."


F.038 Makan Besar
oleh Bobby Nintendo


 






menyimpul lidah ketika lautan tanda tanya bergetar dalam kepalaku
menggingil di papan ketik seperti cirrus
ombak bergulung dan pembantaian menjadi spiral
lagu kebangsaan nasional membengkak mengisi gurun basah terakhir
surai awan mendidih dalam basa-basi
dan aku hanyalah papan reklame usang di jalan lingkar kesepian